Siang ini Palembang seakan menjadi sebuah kota dengan intensitas panas matahari berlevel AWAS. Ah, sungguh kota ini tak lebih panas dari Jakarta atau Karawang sekalipun. Kesejukan kota sebelumnya yang dikunjungi membuat saya sedikit ngarumas di kota dengan ikon Jembatan Ampera yang membelah jalanan di atas Sungai Musi.
Pinggiran Sungai Musi memang menjadi tempat yang cocok untuk memancing ikan atau sekedar nongkrong-nongkrong cantik sambil menanti matahari terbenam di barat. Di antar angkot dengan playlist "Duri Terlindung"nya Nike Ardila, sampailah 5 orang anak ilang yang gak pada pengen pulang (red: Bapak Adat "Ode", Porter yang selalu gagal jadi Guide "Ramdee alias Ari", Si Beruang Musi "Hamda", Kakak Jutek yang agak penakut "Hendra" dan saya sendiri wanita paling tangguh di antara semua "Alin"). Selain kami berlima, ada juga tiga orang akamsi yang katanya terlibat cinta segitiga (ceritanya menyusul).


